April 2008


Dua hari ini menjadi dua hari yang membahagiakan bagi tiga orang yang saya kenal. yang pertama namanya Stefany Setiawan. Dan saya berhutang banyak pada manusia yang satu ini. Yang kedua adalah Romo Yu…Romo sudah memasuki usia ke 43. he3.. Ud makin tua nih…Yang ketiga adalah teman baik saya namanya Angga. Orang yang sangat mengherankan. Kenapa? Karena semakin banyak dia tidur, sepertinya dirinya semakin pintar. Berbeda dengan saya. He3.

yang pertama saya ucapkan selamat ulang tahun bagi kalian bertiga. Untuk Tepha, semoga makin membawa dampak positif buat saudaraku yang satu itu. Jadilah teman yang baik buat ciciku itu.

Yang kedua buat Romo Yu. Semoga semakin hari semakin diberkati Tuhan dan semakin banyak memberi pencerahan dan contoh bagi kami semua yang masih muda-muda ini. Semoga pelayanan anda semakin kuat dan bisa diteruskan pada para domba yang lain. Khusus buat Romo Yu, terima kasih atas makanan-makanan di pesta ulang tahunnya tadi siang. He3.

Yang ketiga buat Angga. Hmm… Apa ya…Pinter ud…Hidup kecukupan ud…Makmur malah. Makin dekat dengan Tuhan. Sepertinya kau sudah lebih dekat pada-Nya dibanding aku. Oh iya. Semoga menemukan pasangan hidup dan membagi sebagian otakmu pada saya yang “kurang pintar” ini. He3.

Yah semoga kalian semua berbahagia di usia yang semakin dewasa ini.

Amin

Anjuran saya sebelum membaca postingan ini, lupakanlah sejenak agama yang anda anut, kepercayaan yang anda percaya, dll. Pokoknya yang berhubungan dengan agama. Yah..Hanya anjuran.

Setelah diskriminasi ras dan warna kulit menjadi cukup mereda di masa-masa ini (Maaf kalau salah), muncullah suatu perselisihan yang dari 2000 tahun lalu sampai sekarang tidak ada habis-habisnya. Perdebatan mengenai agama dan saling serang kepercayaan antar agama.

Ya..Saya akhir-akhir ini cukup sering berdebat dengan orang lain tentang seputar agama. Dan kebanyakan antara Kristen dan Islam.Bukan untuk membela agama saya, tapi saya ingin meluruskan saja. Apa sebenarnya inti dari mereka menyerang dan menghina agama lain. Apakah mereka sebegitu hebat dan jeniusnyakah sampai-sampai mereka sudah mengenal betul agama lain? Terus terang saya saja belum mengerti 100% agama saya. Wong saya baru 19 tahun. Masih muda. Saya ini memang bukan orang pintar agama. Wong saya jarang membaca sesuatu mengenai agama. Lalu berarti mereka-mereka yang saling serang menyerang ini sudah jenius sekali sampai -sampai pelajaran agamanya sudah dikuasainya dan agama lain pun dijadikan objek pembelajaran bagi mereka untuk mereka cari kelemahannya dan mereka publikasikan. Wah…Ga bener ini. berarti mereka sama sekali belum “mempelajari” agama. Mereka hanya belajar agama..

“Ah..Tapi mungkin itu cuma pemikiran negatif saya saja. Mungkin mereka bermaksud baik kali yah..”

Maksudnya sih baik mungkin. Tapi kalau maksudnya baik, apakah kata-kata “hutan dan laut” bisa jadi bumbu dalam “analisa”nya? Beberapa contohnya :

  • “Kristen Kafir!!!”
  • “Kristen Bang**t!!!”
  • “Islam teroris!!!”
  • “Yahudi b*bi!!!! Harus kita bunuh!!!”
  • Dan lain-lain

Ada sesuatu lagi yang makin aneh dari perkataan mereka-mereka ini. Katanya agama lain itu jelek, teroris, dll dan agama meerka mengajarkan kebenaran sejati, pengetahuan di atas yang lain, kejujuran, kedamaian, cinta, blah..blah…blah…

Saya cukup tertarik dengan sebuah gambar dan artinya yang dibuat oleh bang Dana di suatu opini beliau mengenai agama. Saya langsung bersorak dalam hati. Inilah gambar yang selama ini saya cari. Akhirnya saya menemukannya. Akhirnya saya menemukannya!!!!

Nah Kenapa saat orang-orang seperti danalingga memberitahu pendapat pikirannya dan opini pribadinya tentang agama dan ingin menyuruh orang berdamai, malahan dibilang sok pintar, hanya bermain konteks, bermain lambang, dll. Wah bang Dana, berjuang terus ya…Aku mendukungmu. (ketemu blognya cuma pas blogwalking). Ya, walaupun banyak (baca: kebanyakan) orang menganggap agamanya yang paling baik, saya amat sangat teramat setuju sekali dengan bang Dana. SEMUA AGAMA SAMA. Tidak ada toleransi atas pernyataan ini. Terserah jika ada yang bilang saya berpikiran retoris dan sempit. Terserah jika ada yang bilang saya berpikiran bodoh. Terserah jika ada yang bilang saya belum melihat dunia sesungguhnya. Pokoknya idealisme saya tidak akan berubah. SEMUA AGAMA SAMA.Titik.

Pandangan saya terhadap agama mungkin sangat berbeda dengan banyak orang. Saya menganggap semua agama (baca: Buddha, Hindu, Islam, Katolik, Kristen, dll Sesuai abjad biar kelihatan ga memihak) merupakan suatu jalan yang berbeda-beda menuju kebenaran sejati. Terang sejati. Cahaya sejati. Yang sering saya gunakan sebagai contoh adalah jalan menuju Bandung (Kota kelahiranku). Yang mau cepat sampai lewat Cipularang. Yang mau lihat pemandangan lewat Puncak. Yang mau beli oleh-oleh lewat Purwakarta dulu. Dan lain-lain.

Oh ya, ada beberapa contoh nyata di kehidupan ini di mana orang masih tidak menghargai agama lain, misal:

  • Agama Islam meningkat di Belanda, teriakan “orang-orang jenius agama” : “ISLAMISASI, musuhi Islam!!!”
  • Agama Kristen meningkat di Indonesia, teriakan “orang-orang jenius agama” : “KRISTENISASI, hancurkan Kristen!!!”
  • “Orang-orang jenius agama” berteriak: “Agama Buddha tidak punya Tuhan”
  • “Orang Hindu itu menyembah berhala”, Teriak salah satu “orang jenius agama”
  • “Agama Kong Hu Chu percaya mitos-mitos”, Teriak si teman “orang jenius” itu

Mungkin saya begitu bodohnya kah sampai-sampai saya tidak bisa mengetahui kejelekan dan keburukan agama lain dan cuma ingin melihat semua agama itu mengajarkan kebaikan??? Kalau begitu selamanya saya ingin menjadi orang bodoh…

Yah, Begitu saja curahan hati saya saat ini dan semoga ada satu dua orang yang terpengaruh oleh saya dan mau menjadi orang bodoh juga.

Oh ya ini gambar yang menurut saya gambar yang sanagt bagus dan harus sama-sama kita realisasikan di kehidupan sekarang ini.

Copyright suatu website (revisi…he3)

P.S: rasanya senang sekali menemukan orang seperti Bang Dana yang memiliki pemikiran yang hampir sama seperti saya

A Scientist discovers that which exists. An Engineer creates that which never was.
Theodore von Karman

I think in this greedy world, this quote wasn’t complete. Maybe the complete quote is:

A Scientist discovers that which exists. An Engineer creates that which never was. And unfortunately An Investor gains everything.
Theodore von Karman and Randy Octavianus

Am I an Engineer? But I wanna be an Investor…

Do I look like an investor???

Rencanaku yang sudah dan gagal terpenuhi :

  1. kembali pada-Nya (sedang dalam proses)
  2. les Mandarin (terpenuhi sesaat)
  3. nonton Java Jazz (gagal total karena sesuatu bernama uang)
  4. ikut kegiatan sosial (baru dikit)
  5. pengen ikut padus lagi (terpenuhi bersama teman Fasilkom n Psiko yey!!!)
  6. nonton “Seven Last Word Of Christ” (gagal juga padahal sekarang saat ini juga sedang berlangsung…hiks…gara2 temanku gagal pergi dan gw numpang mobilnya)
  7. mendapat nilai bagus saat uts (1 gagal, 1 berhasil)

Yang akan aku penuhi (mudah-mudahan) :

  1. Nonton the Madz
  2. Nonton Laruku yang katany mau ke Indo (walaupun pasti mahal banget)
  3. Nonton Disney on Ice (wacana bersama temanku)
  4. Backpacking bersama teman2ku (harus jadi)
  5. Ikutan Magis (oke lah…)
  6. Menembus IP 3.1…he3…
  7. Manambah koleksi novelku dengan Three Kingdoms complete…he3..Mahal
  8. Mencari kupu2 kalau menurut temanku...Tapi cukup menemukan dia dan let it flow aj…Ga mau terlalu ngebet…he3
  9. Menyusul…

Baru saja baca posting dari seorang teman yang sangat bagus dan berisi tentang musik Indonesia dan kurang dewasanya sebuah pemerintahan bernama NKRI, dalam beberapa saat muncullah satu lagi tanda-tanda kurangnya kebebasan berekspresi yang katanya sih menurut para politisi sekarang ini jamannya demokrasi. Minggu ini bukan internet yang menjadi sasaran ketidakdewasaan anak-anak TK tersebut. Minggu ini sebuah grup band legendaris di Indonesia yang menjadi sasaran keegoisan anak-anak TK tersebut. SLANK…

Sebenarnya saya bukan penggemar berat Slank ataupun menyukai lagu-lagunya, tapi saya menghormati mereka sebagai grup band yang tidak hanya melulu mencari untung dan uang saja, tetapi benar-benar peduli akan Indonesia ini. Lagu Gosip Jalanan yang kata anak-anak TK tersebut sudah mencoreng harga diri mereka, digugat. Walaupun menurut berita yang ada sekarang gugatan itu sudah dicabut, ini menunjukkan sifat ketidakdewasaan aank-anak TK tersebuit…Oops maaf. Masih TK mana mungkin dewasa yah…

Anak TK memang suka tidur

Apalagi teman-temannya

Memang sih ada beberapa yang baik(menurut gw)

Tapi sekitar 88,375 % yang lain adalah….

Yang kupingnya sudah…

Sehingga kita perlu belajar cara….

Dan perlu belajar….

Sehingga pada akhirnya kita…

Maaf yah postingan seperti ini datang dari mulut seorang yang sudah hampir kehilangan rasa nasionalisme terhadap negaranya…

Eh salah…He3…Beda tipis lah…

Terlalu banyak link yah???? Ini link terakhir dan terbaik…

“Alleluya”

“Syukur pada Tuhan”

“Puji Tuhan”

“Tuhan memberkati”

“Deelel”

Bersyukur merupakan cara kita berterima kasih pada Tuhan atas segala yang Dia berikan pada kita baik itu rejeki ataupun cobaan. Bersyukur memang suatu wujud nyata kita atas betapa kita mengingat Tuhan dalam hidup kita. Kita memang harus “melihat sisi Tuhan dalam segala aspek kehidupan”. Dan itu merupakan salah satu esensi kehidupan ini.

Namun…

Apakah benar setiap orang perlu “bersyukur” setiap saat dan setiap waktu. “Bersyukur” ini berbeda dengan bersyukur yang saya maksud di atas. yang saya maksud di sini adalah “mengumbar” rasa syukur kita di depan banyak orang dan di tempat umum di mana segala perbedaan dan keberagaman berada di dalam suatu ruang kehidupan yang sama dan saling berinteraksi satu sama lain.

Pengalaman yang saya dapatkan pada saat membuat paspor di daerah Jakarta Barat berkata demikian. Harus diakui agama yang saya tekuni adalah agama minoritas. Minoritas dan mayoritas harus bisa saling menghargai. Jika kita berada di dalam lingkungan mayoritas, kita sebagai minoritas jangan berbuat seenaknya dan melakukan hal sensitif yang bisa memicu perselisihan. Hal ini tidak disadari oleh seorang ibu di samping saya saat mengantri membuat paspor.

Buat saya ini merupakan hal yang cukup menggelikan dan saya hampir tertawa (namun saya tahan). Dia merupakan seorang calo membuat paspor yang menawarkan jasanya pada pembuat paspor yang tidak mau repot terhadap birokrasi di Indonesia. Beliau bersama tiga orang temannya duduk di samping saya dan membicarakan tentang “Roh Kudus” dengan berapi-api. Padahal di sekelilingnya…Anda bisa membayangkan sendiri kan? Semua yang ibu tersebut katakan sangat menyinggung orang lain yang berbeda kepercayaan (Menurut saya juga).Berikut percakapannya yang saya ingat dan mungkin sedikit berbeda naum intinya sama.

A : Si Ibu dengan “Roh Kudus” B1,B2 : Temannya yang lain

A : Jadi Bu, di Alkitab ditulis kita harus menyebarkan kabar gembira(Sambil memegang uang hasil kerjanya loh…ha3). Yesus sudah disalib. Jadi sekarang kita harus bersyukur.

B : Ngomong2 ibu dari gereja mana?

A : Saya dari gereja ******

B : Oh kita sama dong Bu. Iya, Bu. Memang kita harus menyebarkan Kabar Gembira. Menyadarkann orang lain yang belum sadar ya, Bu.

A : Puji Tuhan

B : Jadi Ibu “bantuin” orang bikin paspor?

A : Puji Tuhan,Bu. Yesus menolong saya. Cuma kan kita dibayar buat cape nunggunya itu loh. Tetep lah ada ongklos buat nunggunya itu. Ongkos cape.

Dan pembicaraan basa basi lainnya yang berkali-kali menyebut “Puji Tuhan”, “Alleluya”, “Demi Yesus”, “Tuhan Memberkati”. Dan itu terjadi di lingkungan yang sangat tidak pantas berbicara seperti itu. Saya hanya bisa tertawa dalam hati. Tidak emosi, hanya geli melihat kejadian yang untuk saya langka. Bisa anda bayangkan perasaan orang-orang di sekitarnya (Keadaan saat itu cukup ramai). Dan akhirnya saat tiba giliran ibu tersebut percakapan yang paling saya ingat pun terjadi.

B : Bu, giliran Ibu.

A : Ya terima kasih. Ingat Bu Pokoknya Yesus memberkati kita. Puji Tuhan semuanya lancar. Yesus selalu membimbing saya.

Ya ampun Bu. Antri foto saja merepotkan Yesus. Kasihan Yesus kalau antri foto saja minta bimbingan-Nya. Belum mandiri nih si Ibu. He3…

Sepertinya Youtube dkk udah ga diblok lagi…

Pemerintah memang aneh….

Semoga selamanya ga diblokir lagi…

Kejujuran sangatlah dibutuhkan dalam suatu hubungan baik dalam hubungan pertemanan ataupun hubungan lebih daripada teman. Kejujuran bahkan memiliki nilai yang lebih besar dari sekedar kegombalan dalam hal percintaan. Dari suatu penyeleksian yang saya lihat, saya akhirnya mendapat seorang subjek yang saya teliti lebih lanjut gerak geriknya dan perbuatannya. Subjek saya ini memiliki kecenderungan untuk ingin memiliki dan mendapatkannya dengan cara apapun termasuk berbohong. Berdasarkan proses mata-mata yang saya jalankan pada subjek itu, dia tidak menganggap suatu hubungan secara serius tapi lebih pada suatu pencapaian dirinya karena dia telah berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan (baca : wanita).

Keinginannya sangat berbeda dengan keinginan diri saya sendiri. Saya menganggap suatu hubungan lebih lanjut dari pertemanan (baca: pacaran) adalah suatu hal yang sakral dan harus didasari oleh kepercayaan dan keeriusan. Sedangkan subjek saya ini tidak menganggap sesuatu seperti itu. Dia menyatakan pada saya bahwa dalam mendekati wanita yang terpenting adalah kata-kata kita. Saya mengakui dia sangat pintar dalam mengambil hati seseorang dan sangat pintar berkata-kata gombal. Namun inti terpenting dari suatu hubungan dilupakannya. Lagi-lagi kejujuran. Saya bertaruh pada teman saya yang satu lagi bahwa hubungan subjek saya ini akan sangat sulit menemukan suatu titik temu dan keseriusan dan akhirnya hanya akan memberikan suatu kehampaan.

Banyak hal yang kurang sehat dari hubungan seperti itu. Kurangnya komunikasi terbuka dan lagi-lagi kejujuran bisa membuat suatu hubungan hancur. Memang pada saat pertama kali, puji-pujian dan kegombalan dari subjrk tersebut mungkin bisa membuat hubungannya berjalan lancar dan “romantis” tapi lama kelamaan juga borok tak dapat disembunyikan. Kekurangan kita akan terungkap pula. Lebih baik kita menunjukkan diri kita dan jujur apa adanya daripada suatu hubungan harus hancur karena kebohongan dan kata-kata gombal kita.

Kebahagiaan hidup saya adalah saat saya mendapatkan seorang yang menerima saya apa adanya. Baik buruk saya. Kekurangan dan kelebihan saya. Gampang kan? Mengapa bagi sebagian orang hal itu tidak bisa dirasakan?

P.S : saya menulis tentang ini karena sedikit tidak nyaman dengan perkataan seorang “teman baik” saya yang mengatakan bahwa wanita buat dia hanya permainan. Prinsip yang saya pegang ternyata cukup membuat saya panas dan tidak suka terhadap perbuatan dan segala kegombalannya yang bagi sebagian wanita belum terlihat. Intinya saya tidak suka dengan kegombalannya yang pada beberapa even tertentu lebih banyak mendapat perhatian dan pujian.

Sesuai dengan resolusi saya tahun ini, saya mengikuti suatu program spiritualisme untuk memperdalam rasa keimanan dan rasa kecintaan saya pada Tuhan. Ingat, pada Tuhan. Bukan pada agama. Meditasi dua panji. Begitu sebutannya. Berikut cara-cara yang saya tulis dalam bahasa sendiri dan bahasa Frater Febri tercampur menjadi satu.he3.. Meditasi dua panji menurut saya sendiri adalah suatu bentuk meditasi untuk menentukan piluhan kita secara fixed. kita tahu bahwa kita akan memilih sesuatu, namun itu hanya terbentuk pada diri kita karena banyak hal baik yang katanya berada di pilihan tersebut. Panji sendiri maksudnya adalah bagaimana kita akan mejalani hidup kita. How am I gonna live my life? Two standards help to purify the interest. It’s not I know which I’ll choose but to know what the best for me is.

Meditasi ini dimulai dari doa. Doa persiapan agar kita siap. Lalu setelah kita mendapatkan ketenangan jiwa, kita akan diajak bermeditasi dan berimajinasi. Terdapat dua panji. Yang satu panji Kristus, Panglima tertinggi dan Tuhan kita. Yang lain panji Lucifer, musuh kodrat kemanusiaan kita yang pantang berdamai. Kita pasti telah dibentuk untuk memilih panji Kristus, tapi kita tidak memiliki landasan yang bagus mengapa kita memilih-Nya. Sepertinya ada suatu hukum yang mengharuskan kita memilih panji itu, namun tanpa dasar yang kuat. Mari kita mulai saja meditasi Dua Panji ini. Lebih baik jika anda membaca semua sampai habis baru melakukan meditasi ini agar konsentrasi anda tidak terganggu.

Lakukan pertama kali kondisi Ladoda. Konsentrasi (mata, hidung, tangan, perabaan, atau yang lainnya) pada satu hal sampai serene (mencapai ketenangan).Tenang, damai, jernih. Hal yang bekerja untuk saya adalah music-musik instrumental yang membuat jiwa kita tenang. Lalu masuk ke dalam meditasi dan saatnya kita berimajinasi.

Pendahuluan 1. Kristus memanggil semua orang dan ingin agar semua orang berkumpul di bawah panjinya.

Pendahuluan 2. Membayangkan dalam angan-angan batin. Ada padang luas di Yerusalem. Di sana, panglima komandan tertinggi dari semua yang baik berdiri. Dialah Yesus Kristus. Di padang lainnya, yaitu Babilon, berdiri juga komandan pasukan musuh yaitu Lucifer. Ingat berimajinasi!!!!

Panji Setan. Terdapat panji setan. Panji yang jahat. Berpikirlah bahwa terdapat pimpinan musuh yang jahat, Lucifer, duduk dengan gagahnya di atas singgasana besar yang mewah dan mempesona. Seakan-akan tidak ada yang bisa mengalahkannya. Pasukan terhampar di seluruh Babylon dan rasanya tidak ada pasukan yang dapat mengalahkan pasukan tersebut.

Lucifer memanggil setan-setan bawahannya dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia untuk menghasut, menghancurkan, dan menguasai dunia. Dia ingin menguasai dunia. Tidak ada yang terlewat oleh pasukan jahat itu.

Lucifer pun berpidato di depan mereka dengan hebat dan berapi-api. Membuat semua setan bersemangat dan terbujuk untuk memasang jerat-jerat kejahatan. Langkah pertama katanya adalah menjebak orang di dalam kekayaan, lalu membuat orang itu sombing dan angkuh. Akhirnya menjadi gila hormat. Lalu menggiring orang itu membawa semua kedurhakaan lainnya.

Kisah pun berlanjut ke Panji Kristus. Dengan cara yang sama kita membayangkan juga Panglima Tertinggi yang sejati, Yesus Kristus yang maha sederhana. Memikirkan bagaimana sikap Kristus Tuhan kita di padang luas Yerusalem, di tempat yang rendah, indah, dan menyenangkan.

Lalu memikirkan bagaimana Tuhan semesta alam memilih Para Rasul, muris-murid, dsb dan mengirimkan mereka ke penjuru dunia untuk menyebar ajaran-Nya yang suci kepada semua orang pun martabat dan keadaan mereka.

Lalu Yesus berpidato dengan penuh kelembutan. Tidak berapi-api, namun menarik hati. Dia menganjurkan kita supaya berusaha menolong semua orang. Pertama membimbing mereka kepada “kemiskinan” rohani yang memuncak. Lalu menimbang kea rah keinginan direndahkan dan dihina karena dari hal inilah timbul kerendahan hati. Jadi ada tiga tahapan, yaitu: kemiskinan melawan kekayaan, perendahan melawan kehormatan duniawi, ketiga kerendahan hati melawan keangkuhan. Melalui tiga langkah, Yesus membimbing mereka ke segala keutamaan lainnya.

Jelas sekali panji tersebut sangat bertentangan dan sudah siap untuk berperang satu sama lain.

Lalu keadaan berubah kembali.Kembali ke dimensi kita dan meninggalkan segala peperangan yang sedang terjadi antara dua panji tersebut. Kita memulai percakapan dengan Ratu kita, supaya dia mendapatkan dari Putera dan Tuhan rahmat agar kita diterima di bawah panji-Nya (jika kita sudah memilih panji). Dalam kemiskinan rohani yang memuncak, bahkan dalam kemiskinan lahir, apabila Allah yang Mahaagung berkenan dan rela memilih serta menerima diriku. Dan dalam menanggung perendahan dan kelaliman, agar dengan itu kita bisa mengikuti jejak-Nya. Kemudian ucapkan Salam Maria satu kali.

Percakapan kedua adalahdengan Putera. supaya Ia memperolehkan dari Bapa. Lalu mengucapkan Jiwa Kristus.

Ketiga adalah mohon yang sama kepada Bapa, agar Dia sendiri mengabulkanNya. Lalu berdoalah Bapa Kami.

Setelah itu semua, kita bisa merasakan ketenangan batin yang sangat besar, bahkan bisa mengubah jalan dan cara kita menjalani hidup ini. Jangan takut untuk mencoba. Sayapun butuh lima kali sampai saya yakin bahwa yang saya jalani adalah benar.