Sesuai dengan resolusi saya tahun ini, saya mengikuti suatu program spiritualisme untuk memperdalam rasa keimanan dan rasa kecintaan saya pada Tuhan. Ingat, pada Tuhan. Bukan pada agama. Meditasi dua panji. Begitu sebutannya. Berikut cara-cara yang saya tulis dalam bahasa sendiri dan bahasa Frater Febri tercampur menjadi satu.he3.. Meditasi dua panji menurut saya sendiri adalah suatu bentuk meditasi untuk menentukan piluhan kita secara fixed. kita tahu bahwa kita akan memilih sesuatu, namun itu hanya terbentuk pada diri kita karena banyak hal baik yang katanya berada di pilihan tersebut. Panji sendiri maksudnya adalah bagaimana kita akan mejalani hidup kita. How am I gonna live my life? Two standards help to purify the interest. It’s not I know which I’ll choose but to know what the best for me is.
Meditasi ini dimulai dari doa. Doa persiapan agar kita siap. Lalu setelah kita mendapatkan ketenangan jiwa, kita akan diajak bermeditasi dan berimajinasi. Terdapat dua panji. Yang satu panji Kristus, Panglima tertinggi dan Tuhan kita. Yang lain panji Lucifer, musuh kodrat kemanusiaan kita yang pantang berdamai. Kita pasti telah dibentuk untuk memilih panji Kristus, tapi kita tidak memiliki landasan yang bagus mengapa kita memilih-Nya. Sepertinya ada suatu hukum yang mengharuskan kita memilih panji itu, namun tanpa dasar yang kuat. Mari kita mulai saja meditasi Dua Panji ini. Lebih baik jika anda membaca semua sampai habis baru melakukan meditasi ini agar konsentrasi anda tidak terganggu.
Lakukan pertama kali kondisi Ladoda. Konsentrasi (mata, hidung, tangan, perabaan, atau yang lainnya) pada satu hal sampai serene (mencapai ketenangan).Tenang, damai, jernih. Hal yang bekerja untuk saya adalah music-musik instrumental yang membuat jiwa kita tenang. Lalu masuk ke dalam meditasi dan saatnya kita berimajinasi.
Pendahuluan 1. Kristus memanggil semua orang dan ingin agar semua orang berkumpul di bawah panjinya.
Pendahuluan 2. Membayangkan dalam angan-angan batin. Ada padang luas di Yerusalem. Di sana, panglima komandan tertinggi dari semua yang baik berdiri. Dialah Yesus Kristus. Di padang lainnya, yaitu Babilon, berdiri juga komandan pasukan musuh yaitu Lucifer. Ingat berimajinasi!!!!
Panji Setan. Terdapat panji setan. Panji yang jahat. Berpikirlah bahwa terdapat pimpinan musuh yang jahat, Lucifer, duduk dengan gagahnya di atas singgasana besar yang mewah dan mempesona. Seakan-akan tidak ada yang bisa mengalahkannya. Pasukan terhampar di seluruh Babylon dan rasanya tidak ada pasukan yang dapat mengalahkan pasukan tersebut.
Lucifer memanggil setan-setan bawahannya dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia untuk menghasut, menghancurkan, dan menguasai dunia. Dia ingin menguasai dunia. Tidak ada yang terlewat oleh pasukan jahat itu.
Lucifer pun berpidato di depan mereka dengan hebat dan berapi-api. Membuat semua setan bersemangat dan terbujuk untuk memasang jerat-jerat kejahatan. Langkah pertama katanya adalah menjebak orang di dalam kekayaan, lalu membuat orang itu sombing dan angkuh. Akhirnya menjadi gila hormat. Lalu menggiring orang itu membawa semua kedurhakaan lainnya.
Kisah pun berlanjut ke Panji Kristus. Dengan cara yang sama kita membayangkan juga Panglima Tertinggi yang sejati, Yesus Kristus yang maha sederhana. Memikirkan bagaimana sikap Kristus Tuhan kita di padang luas Yerusalem, di tempat yang rendah, indah, dan menyenangkan.
Lalu memikirkan bagaimana Tuhan semesta alam memilih Para Rasul, muris-murid, dsb dan mengirimkan mereka ke penjuru dunia untuk menyebar ajaran-Nya yang suci kepada semua orang pun martabat dan keadaan mereka.
Lalu Yesus berpidato dengan penuh kelembutan. Tidak berapi-api, namun menarik hati. Dia menganjurkan kita supaya berusaha menolong semua orang. Pertama membimbing mereka kepada “kemiskinan” rohani yang memuncak. Lalu menimbang kea rah keinginan direndahkan dan dihina karena dari hal inilah timbul kerendahan hati. Jadi ada tiga tahapan, yaitu: kemiskinan melawan kekayaan, perendahan melawan kehormatan duniawi, ketiga kerendahan hati melawan keangkuhan. Melalui tiga langkah, Yesus membimbing mereka ke segala keutamaan lainnya.
Jelas sekali panji tersebut sangat bertentangan dan sudah siap untuk berperang satu sama lain.
Lalu keadaan berubah kembali.Kembali ke dimensi kita dan meninggalkan segala peperangan yang sedang terjadi antara dua panji tersebut. Kita memulai percakapan dengan Ratu kita, supaya dia mendapatkan dari Putera dan Tuhan rahmat agar kita diterima di bawah panji-Nya (jika kita sudah memilih panji). Dalam kemiskinan rohani yang memuncak, bahkan dalam kemiskinan lahir, apabila Allah yang Mahaagung berkenan dan rela memilih serta menerima diriku. Dan dalam menanggung perendahan dan kelaliman, agar dengan itu kita bisa mengikuti jejak-Nya. Kemudian ucapkan Salam Maria satu kali.
Percakapan kedua adalahdengan Putera. supaya Ia memperolehkan dari Bapa. Lalu mengucapkan Jiwa Kristus.
Ketiga adalah mohon yang sama kepada Bapa, agar Dia sendiri mengabulkanNya. Lalu berdoalah Bapa Kami.
Setelah itu semua, kita bisa merasakan ketenangan batin yang sangat besar, bahkan bisa mengubah jalan dan cara kita menjalani hidup ini. Jangan takut untuk mencoba. Sayapun butuh lima kali sampai saya yakin bahwa yang saya jalani adalah benar.