“selamat ulang tahun almarhum bapak yg ke 51. kalau bpak msh ada, pasti aku bikinin cheese cake kesukaan bapak. tp di surga masih byk yg lbh enk dr cheese cake kan ya? haha. Happy birthday bapak. :* cium sayang dri putri sulung super bandelmu ini. hv a blast in heaven. :p”
Ini kata-kata seorang temanku di jejaring sosial, facebook..kata-katanya sangat sederhana, lepas, dan ceria. Aku ingat dulu sekali aku pernah menulis status tentang papaku juga. isinya tentang bagaimana aku ingin menjadi penggantinya sebagai kepala keluarga. Hanya itulah satu-satunya pendorongku untuk mencapai kesuksesan, walaupun aku sendiri tak tahu batasan sukses itu apa. Aku cinta pada hidupku. Banyak orang yang terkadang mengasihaniku saat bertanya mengenai papaku. Terkadang aku bingung mengapa mereka mengasihaniku. Apakah mereka tidak melihat senyum dan tawa di wajahku? Senyum ini asli loh..tanpa memendam perasaan marah dan sedih lagi. Karena aku memang cinta pada hidupku. Dan aku sudah menerima semua pengalaman baik dan buruk yang aku jalani selama ini. Sama seperti temanku yang (menurutku) juga tidak terbebani dengan keadaan dirinya dan keluarganya.
Kadang aku rindu memiliki seorang papa. Sepertinya banyak sekali pengalaman yang terlewat olehku dan papa. Jujur saja aku sedikit segan dengan papaku semasa hidupnya. Aku sangat jarang tertawa dan ngobrol dengan beliau. Kami hanya bicara sedikit jika berada di rumah. Entah apa yang menyebabkan aku tidak bisa selepas jika bicara dengan mamaku. Mungkin karena waktu kecil aku pernah dimarahi sekali olehnya dan sejak itu aku menaruh ketakutan pada beliau. Entah kenapa aku tahu dan sangat yakin terkadang beliau sedih jika aku bersifat segan padanya. huffh..koq jadi rada sedih yah? Oke2..aku tidak mau sedih. I just miss u, dad. I wanna know what u’ll say if u see what I’ve achieved till now. Maybe it’s far from success but I think I’ve done a good lap..Aku tahu beliau sangat sayang padaku. Dia pria sejati dan bertanggungg jawab. Saat aku tertidur, seringkali dia menyelimuti aku. Dia sayang padaku. Di saat beliau di rumah sakit, beliau berpesan agar aku belajar yang rajin dan jadi orang sukses. Entah apa aku sudah memenuhi keinginannya. Yah, Itulah sepotong kenangan yang aku punya dengannya.
Aku sering berpikir apakah dia rindu padaku. Apakah dia juga memikirkan hal-hal yang bisa kami jalani jikalau dia masih ada. Apakah dia kaget melihatku memelihara kumis? =p Aku ingin sekali diberi kesempatan bercerita padanya tentang apa yang sudah kulakukan selama 8 tahun ini saat dia pergi. Aku ingin sekali mengenalkan teman-temanku padanya. Aku ingin memberitahunya hatiku sudah dijerat seseorang. huff..Entah kenapa beberapa bulan ini aku sangat lupa padanya. Aku sangat jarang berdoa untuknya, bahkan aku sudah lama tidak pergi mengunjunginya.
Hari ini aku ingat padanya. Mungkin dia juga ingat padaku. Pa, ini anakmu. Sehat, berlemak, berkumis, penuh tawa, penuh bahagia, memiliki teman-teman terbaik di dunia, punya malaikat tercantik dan tergalak di alam semesta =p , sedang bergulat dengan kerasnya dunia kerja, dan berusaha melebihi papa. Papa apa kabar? Papa sudah tua. Umur papa sudah 64. Pasti rambutnya sudah putih semua. Maaf papa belum punya cucu seperti orang lain. Papa sedang apa di sana? Ulang tahun nanti mau apa? Pasti papa ingin dibuatkan cheese cake juga..=)
Thanks God I found You once today..
Oleh Mereka