Live report from Bantar gebang
(kaga live sih…he3)
Bantar Gebang Reporters, Randy and Kojoy, melaporkan dari TKP, Bantar Gebang, tempat Pak Didien dkk bernaung. Dimulai dari paragraf pembuka mengenai perjalanan kami yang lumayan jauh (karena kebodohan kami). Kami janjian ketemu di Kp Rambutan. Perjalanan saya(Randy) mulai dari Kota, lalu naik Busway, yang ternyata bodohnya, menggunakan busway untuk menuju Kp Rambutan adalah perbuatan wasting time bangeeet..(5 atau 4 kali transit = = 2 jam perjalanan)
Hal ini baru kami berdua sadari setelah kami sadari bahwa ada bus patas arah Senen- Bekasi….
Jadi intinya kami bisa janjian di Senen, tapi jauh2 janjian ke Kp Rambutan…Begitula h semua terjadi…Akhirnya pada PK 14.39.54 kami tiba di TKP.(halah ngarang)
Intiny (maaf keluar dari inti permasalahan) setelah kami nyasar sdkt d Bekasi, ini murni kebodohan saya (baca: Mario..eh..Randy. ..), kami pun sampai di TKP dan ternyata…. .Pak Didien tidak digusur!!!
Senangnya!!!
Lalu kami pun bertemu dengan Pak Didien dan anak2 lainnya. Sayangnya saat kami datang hari ini, tempat itu sedang sepi karena sebagian besar dari penghuninya pulang kampung untuk Lebaran dan jadi petani musiman. “Bulan depan baru pada balik” Kata Pak Dinien.
Lalu kami bercengkrama sebentar menghilangkan rasa rindu dan nostalgia (halah). Pokokny kami berdua disambut dengan sangat ramah. Bahkan terlalu ramah..Jadi ga enak nih dateng2 malah nyusahin. Nyampe digorengin ikan segala pula. Lalu kami meminta ijin pada Pak Dinien jika misalkan kita (Magis) ingin menaruh lemari atau sejenisnya di tempat kita tinggal, apakah boleh atau tidak. Ternyata dengan senang hati Pak Dinien mengijinkan kami untuk melakukan itu. Malah ngajak nginep lagi di sana kalo mau..Mau ga?? mau2!!
Lalu kami pun bermain sebentar dengan anak-anak yang ada di sana. Cuma ada beberapa anak. Anggi, Yana, Randy kecil, Alicia, Heru, n satu lagi lupa namanya. Pokoknya kami melihat keadaan ruangan tempat kita nginep dulu, n ternyata masih terawat. Jadi saya dan frater Mario ud deal buat meneruskan “proyek” Magis kita. gimana dengan yang lain?? setujukah?
Oh ya..Saat ngobrol dengan Pak Dinien, ternyata tempat yang digusur itu bukan yang di sana, tapi yang ke bawah dikit. “Yang digusur itu para pemulung yang ngontrak tanah dan tanahnya dijual pemiliknya” Kata Pak Dinien. “Kalau saya kan sudah jadi hak milik. Jadi ga digusur kecuali saya jual”Lanjut beliau…gitu. …
Akhirnya setelah waktu yang tidak terlalu lama di sana, sekitar satu setengah jam, kami pamit untuk pulang karena hari sudah menjelang sore dan jam menunjukkan pukul 16.32.25..
Oh ya..saat datang tadi kami berjalan masuk ke Bantar Gebang karena saya lupa jarak ke dalam jauh atau ga..Ternyata memang jauh..Tapi lumayanlah irit 10rb.
Lalu saat pulang kami diantar oleh Wahyudi dan seorang mas2 penghuni baru bantar Gebang (Gone, ada mas2 loh..masih muda..he3) naik motor. Alhamdulilah kami ga usah jalan kaki lagi
Akhirnya saya pulang dengan selamat di rumah saya ini dan sedang mengetik pengalaman hari ini…he3..
Sepertinya Abang Mario masih dalam perjalanan pulang..
Sekian laporan singkat dari Bantar Gebang..
sebelum lupa..
Selamat Idul Adha.
Hati2… Jangan sampai dikira kambing…he3. .
Randy Halim,
mahasiswa (halah)